NETWORKING

PENDAPAT PARA ENTERPRENEUR, PAKAR & FATWA MUI TENTANG BISNIS NETWORKING MURNI

Mario Teguh:

Seperti semua hal, bisnis MLM pun ada yang baik dan tidak. Dikatakan baik bila bisnis tersebut ada produknya dan tidak hanya berantai mengandalkan uang keanggotaan. Banyak karyawan yang ingin punya usaha sendiri tetapi tak pernah bisa memulai karena dihalangi oleh pendapatnya sendiri mengenai modal dan kesempatan. Di sini MLM menyediakan jalan keluar paling sederhana karena yang dijadikan modal adalah dirinya sendiri.  (Majalah SUCCESS, Oktober 2009)

Bill  Gates (Orang terkaya Dunia):

“3 industri yang akan berkembang pesat pada masa yang akan datang: IT/High Tech Internet, Telecomunication, Network Distribution”

Donald J.Trump (Pengusaha Terkenal):

“If you bankrupt again what would you do??”

“ I will start a MLM business, I believe MLM is a powerful concept, but it has been misused. Unfortunately most of the people can’t differentiate MLM from Pyramid Scheme”

Robert T. Kiyosaki (Penulis, Pengusaha Terkenal):

“Orang yang kaya mencari atau membina NETWORK & ASET, yang lain mencari kerja”

“Orang-orang yang saya temui adalah orang-orang yang paling cerdas, baik hati, beretika, bermoral, dan profesional yang pernah saya jumpai dalam seluruh perjalanan bisnis saya…” (Business School Robert T. Kiyosaki Hlm. 6)

MAJALAH BILLIONER 01,2011: “Antara Avail, Mbah surip, dan Blue Ocean Strategy”:  Blue Ocean Strategy pada dasarnya merupakan sebuah siasat untuk menaklukkan pesaing melalui sebuah fitur produk yang inovatif, dan selama ini diabaikan oleh para pesaing. Fitur produk ini biasanya juga berbeda secara radikal dengan yang selama ini sudah ada di pasar. Produk Avail boleh menjadi salah satu contoh dari praktik Blue Ocean Strategy, yang memiliki sejumlah diferensiasi di berbagai sisi dengan sejumlah pembalut lain yang sudah ada dipasar MLM sebelumnya. (PENULIS:Ferdinand Lamak).

FATWA MUI “HUKUM BISNIS NETWORK MARKETING/MLM”

(Keputusan fatwa Musyawarah Komisi Fatwa MUI Kota Bandung, No. 291/MUI-KB/E.1/VII).  Setelah mengkaji nash-nash Alqur’an dan Hadis, Menetapkan:

  1. MLM yang pertama yaitu MLM yang tidak menjual produk disebut money game (permainan uang) hukumnya haram, karena berupa penipuan yang nyata
  2. MLM yang kedua yaitu perusahaan MLM yang menjual produk perusahaan orang lain hukumnya boleh, hanya calon konsumen (calon anggota MLM tersebut) harus berhati-hati karena harga barang menjadi tidak wajar, dan kadang-kadang bisa bangkrut
  3. MLM yang ketiga yaitu suatu perusahaan yang memasarkan produknya dengan sistem MLM seperti pada contoh di atas hukumnya shah/halal. Adanya bonus yang dijanjikan disamakan dengan ju’alah.

HATI-HATI DENGAN BISNIS TIPU-TIPU MENGATASNAMAKAN MLM

PERMENDAG NO.23/2008: PENYELENGGARAAN KEGIATAN USAHA PERDAGANGAN DENGAN SISTEM PENJUALAN LANGSUNG

Melarang perusahaan yang telah memiliki SIUPL menawarkan barang dan jasa bertentangan dengan keadaan sebenarnya, menawarkan barang secara paksa, menawarkan barang tidak sesuai UU Perlindungan Konsumen, mendapatkan keuntungan melalui iuran keanggotaan atau pendaftaran mitra usaha secara tidak wajar.

Perjalanan bisnis Money Game yang terkutuk:

1987 Yayasan Keluarga makmur (investasi bodong), 1995 PT Sapta Mitra Ekakarya (Arisan berantai Danasonic), 1998        PT Era Catur wicaksana (new Era), 2002 PT Qurnia Subur Alam Raya, 2003 PT Adess Sumber hidup dinamika (Add Farm) dan Probest International, 2007           PT Wahana Bersama Globalindo, PT Sarana Perdana Indoglobal (SPI), dan Platinum Investmen. (Sumber majalah Billionaire)

Pastikan Anda bermitra dengan Perusahaan Networking yang Resmi Perdagangan dengan sistem berprinsip adil-menguntungkan, cirinya mereka memiliki perijinan SIUPL (Deperindag) dan APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia). Dari ratusan perusahaan Networking yang resmi dan APLI hanya sekitar 60an perusahaan saja.

APA SEBENARNYA BISNIS JARINGAN?

Bedakan dengan MLM tipu-tipu/money game!

Kalau kita menjadi konsumen, produk sampai kepada kita melalui rantai panjang: pabrik, distributor besar, sub distributor, sales executif, grosir, toko dan eceran. Juga membiayai iklan yang sangat besar (30 detik di TV bisa 10 jt/tayang). Semua biasa tersebut dibebankan kepada kita konsumen.

Bisnis jaringan, memutus rantai distribusi dan iklan, konsumen bisa sekaligus menjadi distributor dan bintang iklan. Milyaran dana rantai distribusi dan iklan dibagikan kepada konsumen yang menjalankan peran ini, dibagi dengan sistem bagi hasil yang transparan berprinsip adil sesuai prestasi kerjanya.

So…justru karena ini Bisnis jaringan..maka menjadi lebih sosial, memberi peluang kepada semua konsumen meski tidak punya cukup modal seperti konvensional.

Silakan baca sendiri Bisnis jaringan menurut para Pakar &  Pengusaha (Mario Teguh, Bill Gate, Bong Chandra, Donald Trump, dll), dan FATWA MUI mengenai Bisnis ini.

Ditulis Oleh: DM R.Widodo, Apt. (Pengasuh Gold Family)

One response to “NETWORKING

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s